Rencana Pembangunan Kolam Resistensi Bergejolak, Warga Protes Nilai Ganti Rugi Lahan Tak Sesuai
BravoNews, – Rencana pemerintah membangun kolam resistensi di daerah Kelurahan Sukamerindu dan Kelurahan Sawah Lebar mulai bergejolak. Awal rencana pembangunan, masyarakat bersemangat karena dijanjikan ganti untung, namun belakangan berubah menjadi […]
BravoNews, – Rencana pemerintah membangun kolam resistensi di daerah Kelurahan Sukamerindu dan Kelurahan Sawah Lebar mulai bergejolak.
Awal rencana pembangunan, masyarakat bersemangat karena dijanjikan ganti untung, namun belakangan berubah menjadi ganti rugi dan masyarakat merasa dirugikan karena nilai ganti rugi yang tidak sesuai
Terlebih dalam ganti rugi, lahan hanya dihargai Rp 80 ribu per meter, bahkan ada yang diganti Rp 69 ribu per meter.
“Kami punya lahan kecil tapi ada pohon sawit yang sudah berbuah. Walaupun tidak buat kami kaya tapi bisa mencukupi kebutuhan sehari hari,” ujar warga yang mendapat ganti rugi, Jumat (19/12/2025).
Selain itu, ada warga mengaku perjanjian ganti lahan tidak sesuai, tanah mereka hanya di hargai Rp 69 ribu per meter.
“Kami diundang pertemuan di salah satu hotel dan kami dijabarkan terkait ganti rugi dan di suruh tanda tangan, ada warga yang tanda tangan dan ada yang tidak tanda tangan,” ujarnya.
Sementara itu, terkait gejolak warga dalam pembebasan lahan pada rencana pembangunan kolam resistensi penanggulangan banjir tersebut,
Lurah Sukamerindu Rendra Prajadinata saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi antara pemilik lahan dengan pihak yang akan membangun kolam rsistensi.
“Kami pihak kelurahan hanya memfasilitasi saja dan untuk teknis ada tim khusus yang dibentuk dalam pelaksaan proyek strategis nasional ini,” jelas Lurah Sukamerindu.
Sekadar informasi, pembangunan kolam resistensi di Kelurahan Sukamerindu dan Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu ini dijadwalkan akan berlangsung pada 2026, dan 2025 masih melakukan pembesasan lahan. (Jeger)








