Jabar Ajukan Pinjaman untuk Bangun Daerah, Teuku : Bengkulu Perlu Juga Mengajukan
BravoNews, – Imbas kehilangan fiskal dan kondisi keuangan daerah sedang tertekan hingga dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah berkurang menyebabkan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengajukan pinjaman daerah […]
BravoNews, – Imbas kehilangan fiskal dan kondisi keuangan daerah sedang tertekan hingga dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah berkurang menyebabkan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 2 triliun ke PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) untuk membiayai proyek infrastruktur besar.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Teuku Zulkarnain menyebut, kondisi kehilangan fiskal tidak hanya dialami Jawa Barat tetapi juga Provinsi Bengkulu.
Selain itu, dibalik kondisi keuangan yang tertekan, Bengkulu membutuhkan anggaran besar untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur yang selama ini terabaikan. Melihat hal ini, Teuku menilai tidak ada salahnya jika Bengkulu juga mengajukan pinjaman untuk pemerataan pembangunan.
“Memang melihat kondisi saat ini seperti jalan masih banyak hancur dan selama ini terabaikan memang diperlukan mengajukan pinjaman. Memang sudah mulai nampak pembangunan era Helmi-Mian, namun belum menyebtuh semua karena keterbatasan anggaran. Nah, sekarang kita tinggal pilih mau cicil pembangunan atau mau cicil hutang yang bunganya bisa dinego serendah mungkin,” jelas Teuku, Jumat 27 Februari 2026.
Pembangunan infrastruktur di Bengkulu masih bertahap, masih banyak yang harus dituntaskan. Dan
terkadang menimbulkan kecemburuan ditengah masyarakat.
“Contoh, misal membangun jalan di daerah Kaur atau Bengkulu Tengah, nah masyarakat Bengkulu Utara juga menuntut dibangun juga diwaktu yang bersamaan sedangkan anggaran kita terbatas dan hanya mampu membangun secara bertahap. Dan memang kalau pembangunan ingin tuntas sekaligus, salah satu opsinya ya mengajukan pinjaman,” tutup Teuku. (Jeger)









