Niat Baik Walikota Bengkulu Pupus, Diduga Akibat Kecerobohan Anak Buah
BravoNews, – Niat baik Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam menata Pasar Minggu Kota Bengkulu patut diapresiasi. Pedagang yang masih bandel tetap berjualan di badan jalan diberikan solusi terbaik agar tetap […]
BravoNews, – Niat baik Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam menata Pasar Minggu Kota Bengkulu patut diapresiasi.
Pedagang yang masih bandel tetap berjualan di badan jalan diberikan solusi terbaik agar tetap berjualan tetapi tidak lagi di badan jalan.
Walikota pun mengalah, membuatkan auning tempat berjualan di sebelah Pasar Tradisional Modern (PTM).
Alih-alih niat baik memanjakan pedagang itu berhasil sehingga Pasar kedepannya rapi justru pupus karena ulah anak buah yang diduga ceroboh.
Pasalnya, tanah yang akan didirikan sebagai Auning ternyata bermasalah. Hal ini disinyalir akibat ketidaksiapan bawahan Walikota dalam menganalisa status lahan tersebut.
Diduga akibat kecerobohan anak buah, lahan itu ternyata dalam sengketa. Dan saat ini pihak yang mengklaim sebagai ahli waris lahan telah memasang plang di lokasi.
“Tanah ini milik keluarga Tjandra. SHM No. : 00319-Kelurahan Belakang Pondok. Surat ukur nomor
00009/B.PONDOK/2011 (03-05-2011), luas : 1.083 M2
NIB :00226. Dalam pengawasan Kuasa hukum BJP (P) Thein Tabero, SH.,S.IK dan Partners,” tulis dalam papan plang yang terpasang di lokasi.
Pantauan di lokasi, dengan adanya papan klaim itu pembangunan pasar untuk relokasi pedagang terhenti, meskipun bangunan diperkirakan hampir 70 persen.
Hal ini pun menimbulkan pertanyaan masyarakat. “Apa tidak ada staf bidang aset yang bisa memberikan telaah terkait lahan yang akan di bangun untuk relokasi pasar ? Kemana bagian Aset, Pemkot?,” ungkap Sukman kesal. (Jeger)










