Beranda Daerah ACEH TAMIANG, KALIAN TAK SENDIRI
Daerah

ACEH TAMIANG, KALIAN TAK SENDIRI

* Catatan Dewa (Dedy Wahyudi) Walikota Brngkulu. Setelah menyerahkan bantuan Rp 1 M di Padang Pariaman, kami langsung ke Medan. Sama dengan Sumbar. Untuk korban bencana Sumut sebesar Rp 1 […]

Gubernur Bengkulu dan Walikota Bengkulu beserta jajaran saat di Tamiang.

* Catatan Dewa (Dedy Wahyudi) Walikota Brngkulu.

Setelah menyerahkan bantuan Rp 1 M di Padang Pariaman, kami langsung ke Medan. Sama dengan Sumbar. Untuk korban bencana Sumut sebesar Rp 1 M.  Diterima langsung oleh Wagub Sumut.

Kemudian kami langsung ke Aceh Tamiang melalui jalan darat. Di sini lah kondisi bencana terparah. Kota Aceh Tamiang lumpuh total. Baru bisa dijangkau hari kedua. Selama 5 hari 5 malam Kota lumpuh.

Wajar jika Gubernur Aceh Mualem sampai menangis. Karena hampir seluruh Kabupaten di Aceh terdampak. Begitu melihat suasana di Aceh Tamiang, saya pun tak kuasa menahan rasa sedih.

Kami menempuh perjalanan 3 jam dari Kota Medan. Susana terasa mencekam.  Kami memasuki Aceh Tamiang, kota gelap gulita. Kalau pun ada listrik, itu menggunakan genset.

Kalau melihat kondisi rumah yang roboh, tak ubahnya seperti habis dilanda tsunami. Mobil tangki pertamina di SPBU tampak nyangkut di bangunan. Semua mobil terparkir dipenuhi lumpur.

Warga duduk berjejer di depan rumahnya. Ada juga sekelompok warga berkerumun. Ternyata mereka berbut baju bekas. Bahkan sebelum banyak bantuan datang, warga laki-laki memakai daster. Karena hanya itu yg ada.

Lumpur di rumah warga rata-rata menutupi setengah badan rumah. Perabotan seperti kursi, lemari, kulkas di letakkan di depan rumah. Rasanya tak bisa dipakai lagi. Karena dilumuri lumpur tebal. Lumpurnya semakin mengering. Aroma lumpur sangat menyengat. Juga seperti aroma tak sedap. Bisa jadi bangkai binatang.

Debu dimana-mana. Bahkan saat kami datang, wajah Wabup Aceh Tamiang tampak dipenuhi debu lumpur. Agaknya dia pun tak sadar wajahnya seperti dibaluri bedak lumpur.

Penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) bakal menyerang warga. Karena umumnya tak memakai masker. Mau makai masker pun, belum ada bantuan masker. Mau beli di toko atau apotek tak ada yang buka.

Sebagian warga yang rumahnya terendam lumpur, mendirikan tenda di depan rumah
Tapi sangat tidak sehat. Tidak bisa untuk tempat tinggal. Karena semua penuh lumpur. Beberapa diantaranya ada yang mengungsi ke mesjid.

Di Posko, kami bertemu Bupati Aceh Tamiang. Armia Fahmi. Pensiunan Jendral polisi ini tampak tegar. Ketika Gubernur Helmi Hasan menyemangatinya dengan gagah dia menjawab,”Kami tidak menyerah Pak,” jawabnya. Dia bercerita, siangnya dikujungi Bapak Presiden Prabowo.

Sejenak usai ngobrol, Gubernur Helhas minta saya untuk menyerahkan bantuan dari masyarakat Provinsi Bengkulu. “Silakan Walikota serahkan secara simbolis.”

Di depan barisan ambulan dan truk sembako dari Bengkulu kami menyerahkan bantuan tersebut.

“Pak Bupati tetap semangat ya… Bapak tidak sendiri. Kami dari Bengkulu siap bantu Pak Bupati. Ini saya serahkan bantuan dari masyarakat Provinsi Bengkulu,” saya menyemangati Bupati.

Dari Aceh Tamiang kami langsung menuju Kota Langsa. Sepanjang perjalanan kami menyaksikan betapa dahsyatnya banjir melanda.

Pukul 10 malam kami sampai di Langsa. Sama seperti di Tamiang, listrik belum menyala. Sepanjang perjalanan gelap gulita. Banyak mobil berpapasan di jalan, itu pun mobil misi kemanusiaan.

Di Langsa kami bertemu dengan Walikota Langsa dan Ketua DPRD. Kondisi Langsa sudah mulai recovery. Namun lumpur masih bertumpuk dimana-mana. Kami ke rumah sakit. Kondisi pasien sungguh memprihatinkan.

Umumnya tidak mengenakan masker. Padahal beberapa pasien ada yang menderita sakit infeksi pernapasan dan infeksi akut. Sebagai info bagi donatur, warga di sana juga memerlukan masker.

Ya Allah… kuatkan lah saudara kami. Sungguh berat ujian ini. Kami menyadari, kerusakan di muka bumi akibat ulah tangan manusia. Jauhkan Provinsi Bengkulu dari musibah dan bencana. (**)

Sebelumnya

Korban Bencana Aceh : Terimakasih Gubernur Bengkulu dan Jajaran Pemprov Bengkulu

Selanjutnya

Pemprov Bengkulu Bentuk Timsus Gabungan Penertiban Kawasan Hutan

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bravo News Online
advertisement
advertisement

You cannot copy content of this page