Alaku
Beranda Daerah Tinggalan Utang DBH 2024 Rp 254 Milyar Lebih Bebani Gubernur Helmi Ditengah Efisiensi dan Program Prioritas
Daerah

Tinggalan Utang DBH 2024 Rp 254 Milyar Lebih Bebani Gubernur Helmi Ditengah Efisiensi dan Program Prioritas

BravoNews, – Dimasa kepemimpinan Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu ternyata meninggalkan utang Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 254 milyar lebih pada tahun 2024. Utang yang cukup […]

Ilustrasi.

BravoNews, – Dimasa kepemimpinan Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu ternyata meninggalkan utang Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 254 milyar lebih pada tahun 2024.

Utang yang cukup fantastis tersebut mahu tidak mahu harus dibayar oleh Gubernur Bengkulu saat ini yaitu Helmi Hasan.

Penumpukan utang yang ditinggalkan pemimpin sebelumnya ini tentu menjadi beban Gubernur saat ini yang harus tetap dibayar meski ditengah efisiensi anggaran 2025.

Berdasarkan data valid yang terhimpun, utang DBH tahun anggaran 2023 sampai dengan 2024 sebesar Rp 254.511.653.177 yang menjadi beban di Pemerintahan Gubernur Helmi Hasan yang berasal dari Gubenur sebelumnya.

Anggaran DBH tahun 2025 dengan kondisi Efisiensi anggaran, dianggarkan sebesar Rp.189 milyar lebih dengan Skema Pembayaran Beban utang DBH ditahun sebelumnya sebesar Rp. 57 milyar lebih dan Kewajiban Tahun Berjalan tahun 2025 sebesar Rp. 122 milyar lebih.

Meski terbebani utang DBH peninggalan Gubernur sebelumnya ditengah efisiensi anggaran 2025, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan tetap menjalankan program prioritasnya pada tahun 2025.

Program tersebut yakni, pembangunan infrastruktur jalan dan bangunan di 9 Kabupaten 1 Kota, Ambulance Gratis untuk Desa-desa di Bengkulu, program bantuan mobil sampah di setiap Kabupaten/Kota serta program Jaminan Kesehatan Masyarakat Gratis.

Lalu, pada 2026, program bantu rakyat tersebut tetap dilanjutkan meski ditengah efisiensi pembangunan infrastruktur jalan dan bangunan di 9 Kabupaten 1 Kota, Ambulance Gratis untuk Desa-desa di Bengkulu, serta program Jaminan Kesehatan Masyarakat Gratis.

Selain itu, Gubernur Helmi Hasan juga mengoptimalkan pelayanan kesehatan dengan pengaktifan Gedung Fatmawati Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu.

“Utang DBH 2024 cukup besar, entah apa sebabnya dulu kok nggak dibayarkan, jadi ini beban untuk pempimpin baru,” ucap sumber media ini dalam investigasi. (Jeger)

Sebelumnya

Nilai Aksi Demo FABB Fitnah dan Pembunuhan Karakter, Masyarakat Bentrok dengan Pendemo

Selanjutnya

Hanya Golkar Tolak Pertanggungjawaban APBD Helmi-Mian, Utang DBH Era Rohidin Jadi Sorotan

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bravo News Online
advertisement
advertisement

You cannot copy content of this page