Program Bantu Rakyat GYP Gubernur Helmi Hasan Meluas, Siswa SMAN 1 Benteng Diasuh Inspektorat
BravoNews, – Program bantu rakyat Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian yang salah satunya menebar kebaikan dengan mengangkat anak yatim sebagai anak angkat pejabat di Provinsi Bengkulu terus […]
BravoNews, – Program bantu rakyat Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian yang salah satunya menebar kebaikan dengan mengangkat anak yatim sebagai anak angkat pejabat di Provinsi Bengkulu terus meluas.
Pasalnya, Inspektorat Provinsi Bengkulu turut mengambil bagian program Gerakan Peduli Yatim (PYG) yang sejalan dengan Pasal 34 UUD yang menjelaskan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara.
Lima orang siswa SMAN 1 Bengkulu Tengah (Benteng) menjadi anak asuh dari Inspektorat Provinsi Bengkulu.
“Kami siswa SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah menucapkan terimakasih kepada bapak Gubernur Bengkulu Helmi Hasan atas program bantu rakyat. Saat ini kami sudah menjadi anak asuh Inspektorat Provinsi Bengkulu. Terimakasih bapak,” kata para siswa yang diasuh Inspektorat didampingi guru, Jumat (25/7/2025).
Diketahui, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mewajibkan pejabat Provinsi Bengkulu hingga Bupati dan Walikota serta jajaran mengangkat anak yatim menjadi anak angkat. Program peduli yatim sejalan dengan Pasal 34 UUD yang menjelaskan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara.
“Seluruh anak yatim apapun suku agamanya akan diangkat anak. Kalau SMA sederajat diangkat oleh Gubernur dan jajarannya, total kita hitung 4 sampai 5 ribu anak yang akan dibagi habis dengan seluruh pejabat Provinsi Bengkulu,” kata Helmi.
“Kemudian yang SMP dan setinggkat kebawah sampai yang baru lahir kalau yatim itu akan diangkat anak oleh Bupati dan Walikota serta jajarannya. Kota Bengkulu itu 1200 anak yatim, rata-rata Kabupaten pun begitu. Jadi totalnya sekitar 110 ribu anak yatim yang akan terdata dan itu semua wajib diangkat anak oleh seluruh pejabat Provinsi, Kabupaten dan Kota,” jelas Helmi.
“Kalau tidak ada pejabat yang mau mengangkat anak yatim menjadi anak angkat tidak apa-apa nggak dipaksa. Tetapi ada staf yang mau jadi pejabat mengangkat anak yatim,” tutup Helmi. (MEN)











