Breaking Live Gubernur Malam Ini : Kadis PUPR Bongkar Anggaran Jalan 2025 & 2026, Target 2028 Tuntas!
BravoNews, – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan malam ini, Senin (6/10/2026), menggelar Live Streaming bertajuk Target Infrastruktur Jalan Provinsi 2028 Tuntas. Dalam live tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang […]
BravoNews, – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan malam ini, Senin (6/10/2026), menggelar Live Streaming bertajuk Target Infrastruktur Jalan Provinsi 2028 Tuntas.
Dalam live tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, memaparkan secara detail rencana dan penanganan jalan dan jembatan kewenangan provinsi untuk Tahun Anggaran 2025 dan 2026.
Berdasarkan pemaparan Kadis PUPR Tejo Suroso, total penanganan pada TA 2025 mencapai 22 ruas sepanjang 190,86 KM dengan nilai kontrak Rp514.034.781.611.
Sementara untuk TA 2026, direncanakan 12 ruas sepanjang 32,612 KM dengan RAB Rp119.694.852.359.
Kadis PUPR Tejo Suroso dalam paparannya menegaskan bahwa, fokus penanganan jalan provinsi diarahkan untuk mendukung konektivitas antar kabupaten dan membuka akses kecamatan terisolir, sejalan dengan target Gubernur Helmi Hasan untuk menuntaskan 82 ruas jalan provinsi sepanjang 1.330,165 KM hingga 2028.
“Untuk tahun 2025, kami telah mengontrakkan 22 ruas dengan panjang penanganan 190,86 kilometer senilai Rp514 miliar. Penanganan tersebar di 10 kabupaten/kota. Tahun 2026, kita rencanakan 12 ruas dengan panjang 32,6 kilometer dengan RAB Rp119,6 miliar,” ujar Tejo Suroso dalam paparan di hadapan Gubernur Helmi Hasan malam ini.
Tejo merinci, anggaran terbesar TA 2025 berada di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Rejang Lebong:
“Di Bengkulu Tengah ada 4 ruas total 54,67 KM dengan nilai Rp161,2 miliar, ini yang terbesar. Ada ruas Padang Betuah – Perbo 21 KM, Lubuk Sini – Batas Utara 26,1 KM. Di Rejang Lebong ada 4 ruas 51,58 KM senilai Rp108,5 miliar, termasuk ruas PUT – Kota Padang – Derati – Tanjung Ening sepanjang 33,32 KM yang menjadi akses utama Binduriang, Sindang Beliti dan Kota Curup,” jelasnya.
Untuk wilayah lainnya, Tejo Suroso memaparkan:
“Seluma 3 ruas 33,83 KM Rp76,9 miliar, ada Simpang III Ngalam – Pasar Ngalam, Sukaraja – Padang Capo, Pasar Talo – Pering Baru. Bengkulu Utara 3 ruas 13,42 KM Rp42,4 miliar, Lebong 2 ruas 11,24 KM Rp40,5 miliar termasuk Muara Aman – Tambang Sawah. Kota Bengkulu 2 ruas 3,22 KM Rp26,1 miliar di Jalan Halmahera dan Jalan Danau, Kepahiang 7,5 KM Rp21 miliar, Mukomuko 3,92 KM Rp14,4 miliar, Kaur 8,28 KM Rp10,8 miliar, dan Bengkulu Selatan 3,2 KM Rp11,8 miliar,” papar Tejo.
Sementara untuk rencana TA 2026, Kadis PUPR menyebut fokus pada penanganan longsor dan lanjutan rekonstruksi:
“Untuk 2026, kita sudah siapkan RAB. Di Lebong ada penanganan longsor Air Dingin – Muara Aman 6,5 KM Rp24,7 miliar, di Seluma Padang Serai – Pasar Ngalam 7,1 KM Rp20,2 miliar, di Kota Bengkulu Jalan Kalimantan 2,7 KM Rp19,2 miliar, dan di Bengkulu Utara 3 ruas 6,5 KM Rp24,9 miliar,” tambah Tejo Suroso.
Tejo menegaskan, semua penanganan fisik tersebut terhubung dengan target 2028 Tuntas yang juga melibatkan BKAD terkait pencatatan aset dan sertipikasi tanah badan jalan.
“Target 2028 tuntas bukan hanya fisik jalan mulus, tapi juga harus tuntas administrasinya. Setiap jalan yang kita bangun ini ada 82 ruas dengan SK Gubernur http://D.468.DPUTR 2022 sepanjang 1.330,165 KM, semua harus tercatat asetnya dan tanahnya aman,” tutupnya.
Gubernur Helmi Hasan dalam arahannya malam ini menekankan agar PUPR dan BKAD sinkron, anggaran tepat waktu, jalan tercatat, dan tanah terlindungi. (Jeger)









