Tahun 2026 Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Fokus Longsor dan Rekonstruksi
BENGKULU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu menyiapkan 12 ruas jalan dengan total Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rp119.694.852.359 pada Tahun Anggaran 2026. Kepala Dinas PUPR Provinsi […]
BENGKULU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu menyiapkan 12 ruas jalan dengan total Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rp119.694.852.359 pada Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, mengatakan, penanganan pada Tahun Anggaran 2026 difokuskan pada penanganan longsor dan lanjutan rekonstruksi.
“Di Lebong ada penanganan longsor Air Dingin – Muara Aman 6,5 kilometer Rp24,7 miliar, di Seluma Padang Serai – Pasar Ngalam 7,1 kilometer Rp20,2 miliar, di Kota Bengkulu Jalan Kalimantan 2,7 kilometer Rp19,2 miliar, dan di Bengkulu Utara 3 ruas 6,5 kilometer Rp24,9 miliar,” jelas Tejo, Senin 12 Oktober 2026.
Selain penanganan di empat daerah tersebut, total 12 ruas yang direncanakan pada TA 2026 memiliki panjang penanganan 32,612 kilometer.
Tejo menambahkan, penanganan jalan pada tahun 2026 tersebut terkait dengan target 2028 Tuntas yang melibatkan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dalam hal pencatatan aset dan sertifikasi tanah badan jalan.
Menurutnya, target tersebut tidak hanya berorientasi pada kemulusan fisik jalan, tetapi juga pada kelengkapan administrasi aset.
“Target 2028 tuntas bukan hanya fisik jalan mulus, tapi juga harus tuntas administrasinya. Setiap jalan yang kita bangun ini ada 82 ruas dengan SK Gubernur http://D.468.DPUTR 2022 sepanjang 1.330,165 kilometer, semua harus tercatat asetnya dan tanahnya aman,” ujarnya.
Sebelumnya, pada TA 2025 PUPR telah mengontrakkan 22 ruas jalan sepanjang 190,86 kilometer senilai Rp514 miliar yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
Sementara itu, Gubernur Helmi Hasan menekankan agar PUPR dan BKAD sinkron, anggaran tepat waktu, jalan tercatat, dan tanah terlindungi. (Jeger)









