Bapak Lumpuh, Anak Korban Bullying
* Catatan Dewa (Dedy Wahyudi) Walikota Bengkulu Dulu, tahun 2020 saat jabat Wawali saya marah dan menangis mendapati nenek-nenek yang diletakkan di dekat kandang ayam. Kali ini saya menemukan seorang […]
* Catatan Dewa (Dedy Wahyudi) Walikota Bengkulu
Dulu, tahun 2020 saat jabat Wawali saya marah dan menangis mendapati nenek-nenek yang diletakkan di dekat kandang ayam. Kali ini saya menemukan seorang Bapak tua yang lumpuh. Rumahnya menyatu dengan kandang ayam.
Lebih shock lagi, anaknya Tika (14) putus sekolah sejak kelas 3 SD. Anak ini korban bulying. Dia dikucilkan oleh teman-temannya. Tidak ada yang mau berteman dengannya. Sehingga dia tidak mau sekolah.
Remaja ini bertahun-tahun berkurung di kamar. Tidak mau bertemu orang. Kamar ditutup rapat. Jendela kamar selalu tertutup. Wajahnya pucat karena tak pernah terpapar cahaya matahari.

Ayahnya Pak Pandi tergeletak di ruang tengah. Kakinya lemah. Tak bisa jalan. Kalau pun berdiri, berpegang di dinding dibantu tongkat. Dulunya ia buruh bangunan. Kini tubuhnya renta.
Memang dia dapat PKH. Tapi kondisinya sungguh prihatin. Untuk menyambung hidupnya, Pak Pandi memelihara ayam warna warni. Kotak kayu kandang ayam itu dimasukkan di dalam rumah. Di sana juga ada pelet makanan ayam. Kotoran ayam dimana-mana. Bau kandang ayam menyengat menusuk hidung.
“Pak Lurah, Pak Camat. Kenapa ini didiamkan. Kenapa tidak kasih tau. Kita kan ada program bedah rumah. Trus kenapa anaknya dibiarkan tidak sekolah. Kepala sekolahnya kok diam???” saya tegur lurah dan camat. Saya tidak mungkin hapal semua 403.000 jiwa warga Kota.
“Maaf Pak.. Bapak ini tanahnya numpang. Syarat bedah rumah harus tanah sendiri. Kita sudah masukkan Bapak ini penerima program PKH,” jawab Lurah dan Camat.
Ini tidak sehat. Bapak ini harus pindah. Anaknya yang korban bullying harus sekolah. Saya perintahkan Kadis Diknas ke lokasi. Kadis Kesehatan saya minta cek kesehatan Tika. Sekda saya minta turun. Tiba-tiba rumah Pak Pandi ramai.
Saya kontak Ketua REI, Iwan Ladung (Samsu Ihwan). Kebetulan dia sedang bersama Kapolda. Saya minta dia bantu cari tanah dan dibangun rumah untuk Pak Pandi dan anaknya. Semua urunan. Mohon doanya Pak Pandi punya rumah baru. (**)








