Alaku
Beranda Daerah Fachrulsyah : Dedy-Ronny Amalkan Pasal 34 UUD
Daerah

Fachrulsyah : Dedy-Ronny Amalkan Pasal 34 UUD

BravoNews, – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing terus menggalakkan Program Gerakan Peduli Yatim (GPY). GPY adalah program dimana seluruh pejabat struktural di Kota Bengkulu menjadi […]

BravoNews, – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing terus menggalakkan Program Gerakan Peduli Yatim (GPY). GPY adalah program dimana seluruh pejabat struktural di Kota Bengkulu menjadi orang tua asuh bagi anak yatim.

Terkait Program GPY yang terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu Fachrulsyah program tersebut adalah wujud mengamalkan Pasal 34 UUD.

“Dalam pasal 34 itu kan jelas, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara,” kata Fachrulsyah, Jumat (11/7/2025).

Dewan dari Fraksi PAN ini mengungkapkan, Pasal 34 UUD 1945 mengatur tentang tanggung jawab negara terhadap fakir miskin dan anak-anak terlantar, serta pengembangan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat.

“Ini menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan dan pemeliharaan bagi fakir miskin dan anak-anak terlantar. Pasal 34 UUD 1945 merupakan landasan konstitusional bagi upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan dan memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang rentan. Dan ini yang diaplikasikan Pemkot Bengkulu lewat program GPY,” kata Bang Aul sapaan akrabnya.

Diberitakan sebelumnya, baru-baru ini Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengundang 1.309 anak yatim ke Balai Merah Putih. Program rutin kolaborasi Baznas dan Pemkot. Dimana seluruh pejabat struktural di Kota Bengkulu menjadi orang tua asuh.

“Sungguh senang melihat wajah anak yatim yang terlihat ceria. Didampingi ibunda, ribuan anak yatim kami hidangkan makan bersama. Saya langsung melayani anak-anak. Mereka juga bebas berbelanja. Boleh pilih apa yang disuka. Juga sediakan tamasya odong-odong. Saya langsung jadi driver anak yatim. Senang sekali menjadi sopir mereka. Walau tak punya ayah, mereka tetap berhak bahagia. Seperti anak-anak laknnya. Bahkan di Kota ini anak yatim  pelayanannya harus maksimal. Terutama pendidikan dan kesehatannya,” kata Dedy Wahyudi.

Diketahui, program GPY merupakan program yang telah dijalankan Dedy Wahyudi sejak menjabat Wakil Walikota Bengkulu. Program ini merupakan gagasan Walikota Bengkulu terdahulu Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi saat Wakil yang kini masih diadopsi. (MEN)

Sebelumnya

Senang Melihat Anak Yatim Terlihat Ceria

Selanjutnya

Usut Kasus Korupsi Rp 1,3 Triliun, Kejati Geledah 4 Lokasi

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bravo News Online
advertisement
advertisement

You cannot copy content of this page