Alaku
Beranda Daerah Pembekuan Kepengurusan DPD Golkar Kota Bengkulu Dinilai Pakai Cara Zionis
Daerah

Pembekuan Kepengurusan DPD Golkar Kota Bengkulu Dinilai Pakai Cara Zionis

BravoNews, – Setelah sebelumnya menggagalkan Musyawarah Daerah (Musda) Pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kota Bengkulu yang sedang berlangsung tanpa alasan yang jelas. Teranyar, DPD Golkar Provinsi Bengkulu tiba-tiba […]

Bendera Golkar.

BravoNews, – Setelah sebelumnya menggagalkan Musyawarah Daerah (Musda) Pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kota Bengkulu yang sedang berlangsung tanpa alasan yang jelas.

Teranyar, DPD Golkar Provinsi Bengkulu tiba-tiba membekukan kepengurusan DPD Golkar Kota Bengkulu dan menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu tanpa adanya Musda terlebih dahulu sesuai intruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Hal ini menuai kritik dari para Kader Golkar Kota Bengkulu yang menilai bahwa tindakan pembekuan tersebut bentuk arogansi DPD Golkar Provinsi Bengkulu. Karena dinilai tidak mencerminkan prinsip keadilan serta berpotensi merusak soliditas internal partai.

Sekretaris DPD Golkar Kota Bengkulu, Antonio Imanda mengaku kecewa dengan kebijakan DPD tingkat 1. Menurutnya, pergantian kepemimpinan harus dilakukan dengan elegan dan tetap berpedoman pada aturan partai.

“Kalau memang ingin mengambil alih, silakan saja. Kami juga sudah tidak memiliki kepentingan. Namun, gunakan cara yang baik dan sesuai aturan. Soliditas kader adalah yang utama, Jangan memakai cara yang tidak beradab dan Cara zionis,” jelas Antonio Imanda.

Antonio Imanda menyatakan adanya perlakuan tidak adil terhadap kader-kader lama yang telah mengabdi puluhan tahun di Partai Golkar. Oleh sebab itu dia menyayangkan apabila kader berpengalaman justru disingkirkan oleh pihak yang baru bergabung dalam waktu singkat.

“Kami menyayangkan kader yang telah lama mengabdi justru disingkirkan, sementara yang baru bergabung justru mendapat posisi. Ini tentu melukai rasa keadilan,” tegas Antonio Imanda.

Antonio juga mempertanyakan dasar pembekuan kepengurusan yang dinilainya tidak memiliki alasan yang jelas. Ia menegaskan bahwa selama ini kepengurusan yang dibekukan tetap patuh terhadap instruksi, aturan, dan kebijakan partai.

“Kami tidak mengetahui dasar keputusan tersebut. Jika memang ada persetujuan dari DPP, seharusnya dijelaskan secara terbuka. Sepanjang yang kami jalankan, tidak ada aturan partai yang kami langgar,” jelas Antonio Imanda.

Menurutnya, kepengurusan yang ada seharusnya diberi kesempatan untuk mengawal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) secara bersih dan demokratis, tanpa intervensi yang merugikan kader.

“Kami bersama ketua tidak lagi memiliki kepentingan untuk mencalonkan diri. Namun, seharusnya kami diberi ruang untuk mengantarkan Musda secara demokratis. Soal siapa yang akan mencalonkan diri, tidak perlu dibatasi,” urai Antonio Imanda.

Antonio Imanda menambahkan, bahwa di tengah sulitnya mencari kader saat ini, langkah menyingkirkan kader yang sudah ada justru merupakan keputusan yang tidak bijak.

Diketahui, dalam Musda pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Bengkulu, ada tiga kandidat yang mencalonkan diri yaitu Mardensi, Rodi dan Yudi Darmawansyah. Namun sampai saat ini Musda tak kunjung dilaksanakan usai digagalkan DPD Provinsi Bengkulu. (Jeger)

Sebelumnya

Gagalkan Musda Hingga Bekukan Kepengurusan DPD Golkar Kota, Golkar Provinsi Bengkulu Dinilai Tak Patuh Aturan

Selanjutnya

Tolak Pembekuan DPD Golkar Kota Bengkulu, KPPG : Bagaimana Dengarkan Suara Rakyat, Jika Suara Kader Diabaikan

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bravo News Online
advertisement
advertisement

You cannot copy content of this page