Alaku
Beranda Daerah Soal SPPD di Sekwan Provinsi Bengkulu Tak Dibayarkan Bakal Dilaporkan ke APH
Daerah

Soal SPPD di Sekwan Provinsi Bengkulu Tak Dibayarkan Bakal Dilaporkan ke APH

BravoNews,- Persoalan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Pegawai di Sekretariat Dewan (Sekwan) Provinsi Bengkulu tiga tahun anggaran sejak 2022, 2023, 2024 yang tak kunjung dibayarkan nampaknya bakal berbuntut panjang. Pasalnya, […]

Ilustrasi.

BravoNews,- Persoalan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Pegawai di Sekretariat Dewan (Sekwan) Provinsi Bengkulu tiga tahun anggaran sejak 2022, 2023, 2024 yang tak kunjung dibayarkan nampaknya bakal berbuntut panjang. Pasalnya, permasalahan tersebut akan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) jika tidak kunjung selesai.

“Sesuai janji terakhir batas waktunya 31 Januari, maka kami akan melaporkan kasus ini ke APH Polda, Kejati, BPK RI perwakilan Provinsi Bengkulu, dan KPK serta Gubernur Bengkulu sebagai kepala daerah,” kata seorang pegawai Sekwan Provinsi yang minta dirahasiakan identitasnya, Rabu (29/1/2025).

Ia melanjutkan, soal SPPD tersebut sudah pernah dilaporkan ke Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2023, dalam hal ini Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Tapi tidak ada tindak lanjutnya sampai sekarang.

“Sudah pernah dilaporkan ke Inspektorat, dalam hal ini APIP tapi tidak ada tindaklanjutnya sampai sekarang,” ucapnya.

Ia menyebutkan, tuntutan dari pegawai yakni ganti bendahara, bayarkan SPPD yang belum dibayar dari tahun 2022, 2023, 2024. Kemudian kembalikan uang potongan yang dipotong. “Kalau di dalam daerah potongannya Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu. Kemudian di luar daerah Rp 600 ribu sampai Rp 1.2 juta,” jelasnya.

Diungkapkan, SPPD Pegawai Sekwan Provinsi Bengkulu disebut mirip dengan perkara Perjalanan Dinas tahun anggaran 2023 di DPRD Kabupaten Kaur yang saat ini sedang diusut Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur.

“Terkait permasalahan SPPD di Sekwan Provinsi Bengkulu mirip sekali modusnya dengan kasus di Kaur yang sekarang ditangani Kejari Kaur. Maka dari itu kuat dugaan ada korupsinya,” tuturnya.

Ia melanjutkan, modus di yang terjadi di Kaur berdasarkan dari Kejaksaan menggunakan nama staf DPRD dan honorer, tetapi saat dilakukan pemeriksaan, nama staf dan honorer yang dicatut tidak pernah melakukan perjalanan dinas. Hal serupa juga terjadi di DPRD Provinsi Bengkulu.

“Sama modusnya meminjam nama. Tapi nama yang dipinjam atau dicatut tidak melakukan perjalanan dinas,” ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa, anggaran untuk pembayaran SPPD dari Pemerintah Daerah (Pemda) 2024 diduga sudah cair tetapi sengaja tidak dibayarkan.

“Yang menjadi pertanyaan adalah uangnya kemana ? Kemudian kami dijanjikan akan dibayar pada 31 Januari 2025 ini dan tidak masuk akalnya kabarnya akan dibayar pakai Uang Persediaan (UP) 2025. Jadi yang anggaran 2024 nggak tau kemana,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, diduga SPPD yang tak kunjung dibayarkan tersebut selama tiga tahun anggaran sejak 2022, 2023 hingga 2024 yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa ia bersama Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu telah memanggil Sekwan Provinsi Bengkulu.

“Sekwan menyampaikan memang ada SPPD ASN di Sekretariat Dewan yang belum dibayarkan. Dan saya perintahkan beliau (Sekwan red-) agar bendahara dan beliau membuat pernyataan diatas materai 10 ribu agar menyelesaikan tunggakan itu paling lambat tanggal 31 Januari secepatnya,” kata Sumardi. (MEN)

Sebelumnya

Nasihat dari Amir Jamaah Makkah

Selanjutnya

Oknum Penjual Nama Gubernur Terpilih untuk Cari Keuntungan Terancam Dipidanakan

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bravo News Online
advertisement
advertisement

You cannot copy content of this page