Mbah Fatekah Hidup Sendiri, Walau….
* Catatan Dewa (Dedy Wahyudi) Walikota Bengkulu. Biasa disapa Mbah Fatekah. Ngontrak di Kebun Dahri dekat Mesjid Alfurqan. Dia tinggal sendiri. Untuk menyambung hidup, hari-harinya jual kerupuk di PTM. Awal […]
* Catatan Dewa (Dedy Wahyudi) Walikota Bengkulu.
Biasa disapa Mbah Fatekah. Ngontrak di Kebun Dahri dekat Mesjid Alfurqan. Dia tinggal sendiri. Untuk menyambung hidup, hari-harinya jual kerupuk di PTM. Awal jumpa dengan Mbah tidak disengaja. Saat itu saya sedang kunjugan ke PTM.
Mbah duduk sendiri di pojok tiang. Mbah matanya rabun karena katarak dan mendekati kebutaan. Di usia senja, “sebatangkara” harus berjuang sendiri.
Keluarganya mana? Adakah anak? Menurut Pak RT, mbah punya 4 orang anak. Namun faktanya dia hidup seorang diri. Tak usah kita bahas, nanti ghibah. Ini bulan puasa.
Saya lalu perintahkan Kadis Dinkes untuk menjdwalkan operasi katarak. Kadis Sosial, Camat dan Lurah agar mengurusi Mbah mendapat bantuan PKH. Dan kini sedang berproses.
Ba’da Ashar kemarin, saya menyambangi kontrakan Mbah Fatekah. Setiap bulan Mbah Fatekah akan mendapat Jadup (jatah hidup) melalui Baznas Rp 300.000 setiap bulannya.
Yang menarik, menurut Pak RT Mbah Fatekah ini walau fisiknya sangat lemah namun sangat rajin ke masjid. Sambil meraba-raba tembok, Mbah Fatekah tertatih-tatih tetap ke masjid. Bahkan shalat subuh dia yang pertama kali datang.
Cerita mbah ini mirip kisah Abdullah Bin Umi Maktum sahabat Rasulullah yang buta, namun tetap ke mesjid. Walau menerobos gelapnya malam dan dinginnya subuh.
* Kota Bengkulu 28 Februari 2026.








