Alaku
Beranda Hukum Kasus OTT Rohidin Mersyah Bikin Nilai Integritas Bengkulu Rendah, Persepsi Publik ke Pemprov Negatif
Hukum

Kasus OTT Rohidin Mersyah Bikin Nilai Integritas Bengkulu Rendah, Persepsi Publik ke Pemprov Negatif

BravoNews, – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap eks Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjadi salah satu penyebab rendahnya nilai integritas daerah Bengkulu akibat persepsi publik yang […]

BravoNews, – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap eks Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjadi salah satu penyebab rendahnya nilai integritas daerah Bengkulu akibat persepsi publik yang masih negatif terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu saat ini.

Sehingga, akibat persepsi publik yang masih negatif tersebut, Pemprov Bengkulu masih memiliki tingkat kerawanan korupsi cukup tinggi yang berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 nilainya 71,76 persen dibawah standar nasional.

Ini diungkapkan Plh Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah I KPK, Uding Juharuddin usai rapat koordinasi penguatan integritas bersama jajaran Pemprov Bengkulu, Rabu (19/8/26).

“Dibandingkan 11 pemerintah daerah di wilayah Provinsi Bengkulu, Pemprov Bengkulu ini nilai SPI-nya paling rendah. Ini tentu menjadi momentum untuk kita perbaiki bersama. Data ini berdasarkan hasil survei tahun 2025. Memang persepsinya masih negatif karena sebelumnya ada peristiwa OTT terhadap pimpinan pemerintahan (eks Gubernur Rohidin red-). Jadi ini menjadi momentum untuk melakukan perbaikan secara keseluruhan,” jelasnya.

Melihat capaian nilai yang rendah tersebut, KPK menekankan pembenahan sistemik, terutama di sektor perencanaan APBD serta pengadaan barang dan jasa (PBJ). Selain itu juga harus melakukan pencegahan dini, sehingga potensi penyimpangan dapat diantisipasi sebelum beemasalah hukum dikemudian hari.

“Pencegahan itu dimulai dari mencegah indikasi sebelum terjadi. Analogi sederhananya seperti penyakit jantung, sebelum terjadi, kita sudah melakukan pengobatan atau pencegahan terlebih dahulu,” tegasnya mengakhiri. (Jeger)

Sebelumnya

Program Jalan Mulus, Gubernur Helmi Hasan : Tak Ada Satupun Kabupaten yang Ditinggalkan

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bravo News Online
advertisement
advertisement

You cannot copy content of this page