Tak Perlu Lagi ke Sungai! Gubernur Helmi Pastikan Air Bersih Jernih Mengalir ke 3 Daerah
BENGKULU, – Kabar lega bagi ribuan keluarga di Bengkulu. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kobema resmi memasuki tahap uji produksi dan uji alir di […]
BENGKULU, – Kabar lega bagi ribuan keluarga di Bengkulu. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kobema resmi memasuki tahap uji produksi dan uji alir di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lubuk Puar, dengan kapasitas pengolahan mencapai 400 liter per detik.
Program strategis ini menjadi jawaban atas keluhan warga Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Seluma yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih yang jernih dan layak.
“Alhamdulillah, ini merupakan kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Kita berharap masyarakat bisa menikmati air bersih yang jernih, sehingga tidak perlu lagi bersusah payah pergi ke sungai untuk mendapatkan air,” ujar Gubernur Helmi Hasan saat meninjau pengujian SPAM Kobema.
*Proyek Sejak 2019, Target 38.014 Rumah*
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu Tejo Suroso menjelaskan, SPAM Regional Kobema mulai dikerjakan sejak tahun 2019 oleh Balai Wilayah Sungai VIII.
Fasilitas ini dirancang untuk melayani kebutuhan air bersih di tiga wilayah sekaligus, dengan target total pelayanan sebanyak 38.014 Sambungan Rumah (SR).
Hingga Oktober 2026, progres pemasangan sambungan rumah terus berjalan. Saat ini sebanyak 11.361 SR telah terpasang.
“Untuk sambungan rumah yang telah terpasang, di Kota Bengkulu sebanyak 3.500 SR, Bengkulu Tengah 5.500 SR, dan Kabupaten Seluma 2.361 SR,” rinci Tejo.
Menurutnya, tahap uji produksi dan uji alir merupakan tahapan paling penting untuk memastikan sistem pengolahan, kualitas kejernihan air, hingga jaringan distribusi ke rumah-rumah warga berjalan dengan baik sebelum dioperasikan secara penuh.
*Warga Sambut Antusias*
Manfaat SPAM Kobema langsung dirasakan antusiasmenya oleh warga. Yanti, warga Lubuk Puar, Kabupaten Bengkulu Tengah, yang berada dekat dengan IPA mengaku bersyukur program ini akhirnya berjalan.
“Sangat bagus, kinerja Pak Helmi luar biasa. Kami masyarakat sangat berterima kasih,” ungkap Yanti dengan senyum.
Bagi warga seperti Yanti, kehadiran SPAM Kobema bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan perubahan gaya hidup. Tak ada lagi cerita antre di sungai, menimba air keruh saat musim hujan, atau membeli air dengan harga mahal.
*Komitmen Bantu Rakyat*
Gubernur Helmi menegaskan, pemerataan air bersih menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui program Bantu Rakyat. Air bersih, kata dia, adalah hak dasar warga yang harus dipenuhi negara.
Dengan kapasitas 400 liter per detik dan cakupan tiga daerah, SPAM Regional Kobema diharapkan menjadi langkah strategis jangka panjang untuk mengakhiri persoalan krisis air bersih yang kerap terjadi, terutama saat musim kemarau.
Pemprov Bengkulu menargetkan sisa sambungan rumah terus dikebut hingga mencapai 38.014 SR, sehingga seluruh warga di Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, dan Seluma bisa menikmati air bersih yang jernih langsung dari rumah masing-masing. (Jeger)








