Kampung Cina Bakal Jadi Tempat Nongkrong Baru Anak Muda Bengkulu, Mirip Braga dan Kota Tua Semarang
BENGKULU, – Walikota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi turun langsung meninjau progres revitalisasi kawasan Kampung Cina, di kawasan Kota Lama, Selasa (14/10/2025). Dalam sidak tersebut, Dedy menegaskan pembangunan Kampung Cina tidak […]
BENGKULU, – Walikota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi turun langsung meninjau progres revitalisasi kawasan Kampung Cina, di kawasan Kota Lama, Selasa (14/10/2025).
Dalam sidak tersebut, Dedy menegaskan pembangunan Kampung Cina tidak boleh sekadar mempercantik kota, tapi wajib mempertahankan identitas dan kearifan lokal Bengkulu.
Salah satu detail yang menjadi sorotan Dedy adalah tiang lampu jalan yang baru dipasang. Ia menilai lampu yang terlalu tinggi akan sulit dijangkau saat perawatan dan penerangannya tidak maksimal.
“Kampung Cina sedang proses revitalisasi, contoh lampunya tinggi nggak bisa dijangkau. Insya Allah nanti akan dibuat lampion bawah,” ujar Dedy di lokasi.
Lebih jauh, orang nomor satu di Kota Bengkulu itu menegaskan setiap ornamen yang dibangun harus memiliki ciri khas Bengkulu. Ia bahkan menunjuk langsung motif yang ada di tiang lampu tersebut.
“Jadi ini nih kearifan lokal gitu, ini Bunga Rafflesia, nah ini khas Doll. Jadi yang kita bangun itu tetap kearifan lokal ya,” tegas Dedy sambil menunjuk ukiran Bunga Rafflesia dan motif Tabot / Doll khas Bengkulu di tiang lampu.
Kepada pekerja di lapangan, Dedy juga meminta agar warna kuning pada ornamen diperjelas agar terlihat lebih estetik dan hidup. Ia menyebut akan ada 20 titik lampu yang akan dipasang hingga ujung kawasan.
“Kalau misalkan diperjelas kuning bagus ini. Ini ada 20 titik. Sampai ujung itu saja ya, itu nanti ada belok satu titik lagi,” ucapnya.
Tak hanya soal estetika, Dedy juga memastikan aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Ia menyoroti jalur disabilitas (guiding block) yang modelnya tebal seperti keramik dan memastikan tetap harus ada.
Visi besar dari revitalisasi ini, menurut Dedy, adalah menjadikan Kampung Cina sebagai ruang publik baru dan magnet ekonomi kreatif bagi anak muda.
“Maksudnya kita ini kan luas. Nanti jadi tempat nongkrong anak-anak muda sini. Seperti di Braga Bandung. Kalau Semarang itu di Kota Tua,” jelas Dedy saat berbincang dengan warga dan pemilik toko di kawasan tersebut.
Berdasarkan visualisasi konsep yang ada, Kampung Cina di malam hari nantinya akan dipenuhi lampion-lampion gantung yang estetik, lampu jalan klasik, dengan suasana kuliner dan pejalan kaki yang hidup, mirip kawasan heritage di Semarang dan Bandung.
Revitalisasi Kampung Cina ini menjadi bagian dari program prioritas Pemkot Bengkulu di bawah kepemimpinan Dedy Wahyudi – Ronny Tobing untuk menghidupkan kembali kawasan Kota Lama sebagai destinasi wisata sejarah dan UMKM. Program ini juga terintegrasi dengan rencana pemanfaatan Mess Pemda dan kawasan Pantai Panjang. (Jeger)












