Alaku
Beranda Daerah 6 Pegulat dan 4 Petinju Binaan KONI Bengkulu Ditarget Emas di PON, Hopalara: Jaga Tradisi!
Daerah

6 Pegulat dan 4 Petinju Binaan KONI Bengkulu Ditarget Emas di PON, Hopalara: Jaga Tradisi!

BENGKULU, – Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Provinsi Bengkulu, Hopalara, http://M.Pd, menegaskan agar cabang olahraga (Cabor) Gulat dapat menjaga “tradisi emas” pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Penegasan […]

BENGKULU, – Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Provinsi Bengkulu, Hopalara, http://M.Pd, menegaskan agar cabang olahraga (Cabor) Gulat dapat menjaga “tradisi emas” pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan Hopalara saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap atlet gulat binaan KONI Bengkulu di Venue Gulat, Komplek PPLP Bumi Ayu, Kota Bengkulu, Senin sore (12/10/26).

“Gulat salah satu cabor impian kita bisa sumbang medali emas di PON mendatang. Dan medali emas itu selama ini sudah jadi tradisi di semua ajang nasional. Minimal satu emas bisa diraih di PON NTB-NTT kelak,” tegas Hopalara.

Menurut Hopalara, Cabor Gulat saat ini membina enam atlet binaan KONI, di antaranya dua atlet wanita. Keenam pegulat tersebut setiap bulan mendapatkan uang pembinaan dari KONI. Oleh karena itu, tim monev KONI rutin turun langsung ke venue untuk memastikan program latihan berjalan, seperti yang dilakukan di cabor gulat.

Dalam tatap muka dengan para atlet, Hopalara juga memberi sinyal strategis. Jika diperlukan, satu atlet gulat yang diproyeksikan meraih emas dapat dititipkan untuk berlatih di daerah lain yang memiliki tradisi gulat kuat, seperti Jawa Timur, DKI Jakarta, dan daerah lainnya.

“Tapi kalau di Bengkulu lebih baik, lebih bagus,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, pelatih gulat Pengprov PGSI Bengkulu, Habibullah, memaparkan bahwa enam pegulat binaan KONI Bengkulu menjalani latihan rutin secara konsisten.

“Anak-anak lakoni latihan rutin, enam kali dalam sepekan. Dan latihan ini sudah berjalan lama, bukan karena hadapi Kejurnas saja. Tetapi fokus menghadapi Babak Prakualifikasi PON pada 2027. Kita harapkan kalungan emas yang ditarget KONI dapat terwujud,” jelas Habibullah, yang diamini pegulat Adizaktuah.

Latihan tersebut juga sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang di Bali, jika tidak ada perubahan jadwal.

Sementara untuk Cabor Tinju, harapan tradisi emas juga disematkan KONI. Hopalara menyebut, cabor tinju memiliki empat atlet binaan KONI, di antaranya tiga atlet wanita. Satu atlet wanita bahkan diproyeksikan menjadi penyumbang medali emas di PON mendatang.

“Di cabor tinju, satu atlet wanita diproyeksikan emas di PON mendatang,” jelas Hopalara.

Saat bertatap muka dengan empat petinju di venue tinju pada Senin sore itu, Hopalara menekankan agar para petinju binaan KONI tetap fokus menjalani latihan, meskipun kondisi internal Pertina saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Cabor tinju kita gadang dapat mendulang emas di PON kelak. Kita targetkan satu emas untuk cabor tinju. Maka latihan keras harus difokuskan. Menghadapi Kejurnas pada Oktober ini KONI siap mensupport,” kata Hopalara.

Dengan program pembinaan yang terstruktur dan monev rutin yang dilakukan KONI Provinsi Bengkulu, tradisi emas dari cabor gulat dan tinju diharapkan dapat kembali terulang di PON NTB-NTT mendatang. (Jeger)

Sebelumnya

Dukung Hibah Mess Pemda, Fachrulsyah Ingatkan: Harus Dikontrol Estetika dan Budaya

Selanjutnya

Helmi Hasan Start Proyek Rp20 M: Jalan Rawa Makmur Bebas Banjir dan Isolasi

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bravo News Online
advertisement
advertisement

You cannot copy content of this page