Alaku
Beranda Daerah Dewan Fenty Bongkar Keuntungan Mess Pemda Jadi Kantor Walikota: UMKM Kota Lama Bakal Meledak!
Daerah

Dewan Fenty Bongkar Keuntungan Mess Pemda Jadi Kantor Walikota: UMKM Kota Lama Bakal Meledak!

BENGKULU, – Anggota DPRD Kota Bengkulu, Fenty Wisnuwardhani membongkar keuntungan besar di balik wacana pemanfaatan Mess Pemda Provinsi Bengkulu menjadi Kantor Walikota Bengkulu. Menurutnya, ini bukan sekadar pindah gedung, tapi […]

BENGKULU, – Anggota DPRD Kota Bengkulu, Fenty Wisnuwardhani membongkar keuntungan besar di balik wacana pemanfaatan Mess Pemda Provinsi Bengkulu menjadi Kantor Walikota Bengkulu.

Menurutnya, ini bukan sekadar pindah gedung, tapi langkah strategis untuk pemerataan ekonomi, optimalisasi aset daerah, hingga menghidupkan kembali kawasan Kota Tua.

Jika dikaji dari sudut pengembangan wilayah, Fenty merinci ada tiga keuntungan utama yang akan dirasakan langsung oleh warga.

1. Revitalisasi Kawasan Cagar Budaya dan Pariwisata Terintegrasi.

Secara geografis, Mess Pemda berada di zona super strategis pariwisata, berdampingan langsung dengan Benteng Marlborough dan Kampung Cina.

Fenty menegaskan, revitalisasi Mess Pemda tidak akan menghapus identitas wisata, malah akan menjadi penggerak utama. Aktivitas perkantoran yang dipadu dengan arsitektur cagar budaya yang terawat akan meningkatkan nilai estetika dan memperbaiki wajah kota di sepanjang koridor wisata Pantai Panjang.

2. Pemerataan Ekonomi Ruang, UMKM Kota Lama Bakal Meledak!

Inilah keuntungan paling dirasakan rakyat. Selama ini aktivitas ekonomi terpusat di tengah kota. Dengan memindahkan ribuan ASN dan aktivitas pemerintahan ke Kota Lama, maka akan terjadi pemerataan ekonomi ruang.

Kehadiran ASN, tamu dinas, dan masyarakat yang mengurus layanan setiap hari akan menjadi magnet kegiatan baru yang menimbulkan multiplier effect bagi UMKM.

“Warung, kedai kopi, homestay, fotokopi, parkir, kuliner di kawasan Kota Lama, Kampung Cina dan Pantai Panjang akan kembali hidup dan meledak,” tegas Fenty, Selasa 13 Oktober 2026.

3. Optimalisasi Aset, Selamatkan Rp55 Miliar dari Kerusakan

Dari sisi manajemen aset, mengaktifkan kembali bangunan rusak jauh lebih efisien daripada membuka lahan baru (greenfield). Ini yang disebut brownfield development.

Fenty menilai, menyelamatkan bangunan senilai Rp55 miliar dari APBD Provinsi melalui skema hibah resmi antar pemerintah jauh lebih efektif ketimbang membiarkannya telantar puluhan tahun menunggu investor yang tak kunjung datang.

“Aset yang produktif otomatis akan meningkatkan property value kawasan sekitar. Daripada rusak miliaran, lebih baik dimanfaatkan untuk rakyat,” pungkasnya.

Ia memastikan, DPRD Kota Bengkulu akan mengawal proses hibah dari Gubernur Helmi Hasan kepada Pemkot Bengkulu agar berjalan dalam koridor tata kelola yang baik dan benar-benar memberikan kemanfaatan untuk warga. (Jeger)

Sebelumnya

Hakim Skakmat Repal: Kayak James Bond! Urus Ganti Dirsus Polda, Sampai Ketemu Ketua KPK

Selanjutnya

Brownfield vs Greenfield: DPRD Sebut Manfaatkan Mess Pemda Jauh Lebih Hemat dari Buka Lahan Baru

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bravo News Online
advertisement
advertisement

You cannot copy content of this page