Alaku
Beranda Daerah Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tancap Gas! Mulai Penataan Taman Remaja
Daerah

Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tancap Gas! Mulai Penataan Taman Remaja

BENGKULU, – Pemerintah Provinsi Bengkulu secara resmi memulai babak baru penataan Kawasan Taman Remaja melalui pelaksanaan Titik Nol Pekerjaan (Mutual Check Nol / MC-0). Ini bukan sekadar seremoni teknis, melainkan […]

BENGKULU, – Pemerintah Provinsi Bengkulu secara resmi memulai babak baru penataan Kawasan Taman Remaja melalui pelaksanaan Titik Nol Pekerjaan (Mutual Check Nol / MC-0). Ini bukan sekadar seremoni teknis, melainkan penanda dimulainya rekayasa ulang salah satu ruang publik paling vital di Kota Bengkulu.

Kegiatan MC-0 yang digelar langsung di lokasi Taman Remaja ini dihadiri secara komprehensif oleh seluruh pemangku kepentingan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu sebagai leading sector, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, unsur RT/RW setempat, Konsultan Perencana, Pelaksana Pekerjaan (Kontraktor), Konsultan Pengawas, dan yang paling krusial: para pedagang eksisting.

Mutual Check Nol (MC-0) adalah pondasi akuntabilitas. Ini adalah verifikasi faktual 0% antara dokumen perencanaan di atas kertas dengan kondisi eksisting di lapangan – topografi, luasan, eksistensi pohon, lapak pedagang, dan utilitas. Tanpa MC-0, proyek rawan gagal konstruksi, mark-up volume, dan sengketa lahan.

Kehadiran RT/RW dan Konsultan Pengawas dalam MC-0 ini menunjukkan pendekatan Good Governance dan transparansi. PUPR tidak bekerja di ruang hampa, melainkan membuka gambar kerja di atas paving block, di hadapan publik. Ini adalah bentuk audit sosial paling awal.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, izin Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, kami akan melaksanakan pekerjaan penataan kawasan Taman Remaja. Pelaksanaan Mutual Check Nol (MC0) penataan Taman Remaja yang dihadiri oleh Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Dinas Pariwisata, RT/RW setempat, konsultan perencana, pelaksana pekerjaan, pengawas dan para pedagang sekaligus menentukan titik relokasi sementara para pedagang,” kata Tim Dinas PUPR Provinsi Bengkulu di lokasi pada 8 Oktober 2026.

Taman Remaja bukan sekadar taman. Ia adalah ekosistem ekonomi mikro. Ratusan pedagang kaki lima, penjual makanan, minuman, dan mainan anak menggantungkan hidupnya di sana. Dalam teori ekonomi perkotaan, kesalahan terbesar revitalisasi adalah mematikan nadi ekonomi lokal atas nama estetika.

Langkah PUPR Provinsi Bengkulu yang menentukan titik relokasi sementara pedagang secara partisipatif sebelum alat berat masuk adalah langkah ekonomis yang sangat cerdas. Ini mencegah Dead Economy Effect: UMKM mati suri selama proyek 3-6 bulan.
Inflasi Sosial: Munculnya pengangguran musiman dan premanisme akibat perebutan lapak. Kapitalisasi Liar: Pihak ketiga yang memungut biaya relokasi liar.

Dengan relokasi terencana, perputaran uang tetap terjadi. Pedagang tetap berdagang, retribusi tetap masuk, dan setelah taman jadi baru dengan nilai estetika lebih tinggi, multiplier effect akan terjadi: kunjungan naik, daya beli naik, PAD dari sektor pariwisata naik. Ini adalah investasi, bukan biaya.

Taman Remaja adalah Ruang Ketiga (Third Place). Di sinilah anak muda Bengkulu bersosialisasi, keluarga berekreasi, komunitas berkumpul selain di rumah dan sekolah.

Selama ini Taman Remaja mengalami degradasi makna, tidak tertata, minim penerangan, dan terkesan eksklusif untuk kelompok tertentu. Penataan ini adalah upaya reclaiming public space.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso menjelaskan, keterlibatan pedagang dalam MC-0 adalah bentuk inklusi sosial. Mereka tidak digusur, tapi diajak rembug. Ini menciptakan rasa memiliki (sense of belonging). Ketika pedagang merasa dilibatkan, mereka akan menjadi garda terdepan penjaga kebersihan dan keamanan taman nantinya.

“Tidak akan ada vandalisme karena mereka merasa ikut membangun. Penataan ini merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur Gubernur Bengkulu. Taman Remaja yang baru nanti diharapkan tidak hanya tertata, bersih, indah dan nyaman, tapi juga menjadi model revitalisasi ruang publik yang humanis di Bengkulu,” jelas Tejo, Jumat 17 Oktober 2026. (Jeger)

Sebelumnya

Dedy-Ronny Menjaga Janji: Menjahit Jalan, Menata Kota, dan Menjaga Harapan - Kota Ini Rumah Kita

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bravo News Online
advertisement
advertisement

You cannot copy content of this page