Alaku
Beranda Daerah Kecil Seperti Hatta, Hati Seluas Samudra – Dulu untuk Kota, Kini untuk Semua
Daerah

Kecil Seperti Hatta, Hati Seluas Samudra – Dulu untuk Kota, Kini untuk Semua

*Oleh : Anto Jeger – Jurnalis Bengkulu. COBA LIHAT FOTO ITU ! Posturnya tidak tinggi. Kira-kira setinggi Mohammad Hatta atau Sutan Syahrir. Pendek. Sederhana. Jika ia berjalan di pasar, kau […]

*Oleh : Anto Jeger – Jurnalis Bengkulu.

COBA LIHAT FOTO ITU !

Posturnya tidak tinggi. Kira-kira setinggi Mohammad Hatta atau Sutan Syahrir. Pendek. Sederhana. Jika ia berjalan di pasar, kau mungkin tak akan menyangka ia adalah Gubernur Bengkulu.

Tapi jika ia sudah mulai bicara, orang akan diam. Mendengarkan. Karena di dalam suaranya yang bersemangat itu, ada optimisme yang menular. Ada pandangan yang jauh ke depan. Ada doa.

Dia adalah H. Helmi Hasan, SE, Gubernur Bengkulu periode 2025-2030.

Kepemimpinan seperti ini langka. Orang menyebutnya seperti Hatta dalam religiusitasnya, seperti Syahrir dalam diplomasinya, dan seperti Bung Karno sebagai orator ulung. Namun dalam teori kepemimpinan transformatif, Helmi tidak meniru siapa-siapa. Ia adalah Helmi Hasan. Yang jika kau temui di jalan, ia akan memanggilmu dengan lembut dan mendoakanmu dengan tulus.

Kini ia disebut Icon Baru Provinsi Bengkulu. Bukan karena ia ingin menjadi ikon, tapi karena program-programnya yang dulu hanya dirasakan warga Kota, kini pelan-pelan ia bawa untuk seluruh rakyat se-Provinsi.

*Dulu di Kota, Kini untuk Se-Provinsi: Kontinuitas Kebaikan yang Diperluas*

Banyak yang mengira, saat ia selesai menjadi Walikota Bengkulu 2013-2023, semua kebaikannya akan selesai. Ternyata tidak. Justru saat menjadi Gubernur, ia menghidupkan kembali semua itu, dengan skala yang lebih besar. Dengan hati yang sama.

1. Dulu Jalan Mulus Hanya di Kota, Kini Jalan Mulus untuk Se-Provinsi.

Waktu Walikota, Helmi menghotmix sampai gang-gang terkecil. Bahkan jalan provinsi yang rusak di tengah kota ia ambil alih. Ia tak tega melihat rakyat menunggu terlalu lama, becek, dan terjatuh.

Kini sebagai Gubernur, melalui Program BANTU RAKYAT, ia mengalokasikan sekitar Rp600 Miliar untuk jalan dan jembatan.

Data dari Kadis PUPR Tejo Suroso mencatat, tahun 2025 saja 22 ruas 190,86 KM senilai Rp514.034.781.611 telah dikerjakan. Rinciannya: Bengkulu Tengah 4 ruas 54,67 KM Rp161,2 Miliar, Rejang Lebong 4 ruas 51,58 KM Rp108,5 Miliar, Seluma 3 ruas 33,83 KM Rp76,9 Miliar.

Tahun 2026 direncanakan 12 ruas 32,612 KM dengan RAB Rp119,6 Miliar. Salah satunya Jalan Rawa Makmur 2 KM anggaran Rp20 Miliar yang dimulai Selasa 13 Oktober 2026 kemarin dari Gang Tanggul, Jembatan Kembar hingga SPBU Rawa Makmur. Jalan yang selama bertahun-tahun membuat warga dan perkantoran Pemkot terisolasi saat banjir.

“Bismillahirrahmanirrahim, pekerjaan Jalan Rawa Makmur ini kita mulai. Jalan ini ditinggikan dan diperbaiki sehingga tidak ada lagi cerita warga terisolasi saat banjir,” ucapnya pelan, didampingi Sekda Herwan Antoni dan Kadis PUPR Tejo Suroso.

Target besarnya 82 ruas 1.330,165 KM sesuai SK Gubernur D.468.DPUTR 2022 harus tuntas 2028. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi pembangunan konektivitas kemanusiaan.

2. Dulu 1 Kelurahan 1 Ambulance, Kini Ambulans untuk Semua.

Dulu, di Kota, ada program 1 Kelurahan 1 Ambulance. Ambulans itu mengantar warga sakit, bahkan sampai ke Medan, gratis. Karena bagi Helmi, sakit tidak boleh menjadi beban tambahan.

Sehari pasca dilantik jadi Gubernur, surat pertama yang ia tanda tangani adalah pembebasan retribusi ambulans dan kereta jenazah di RS M. Yunus dan RSJKO. Agar tidak ada lagi keluarga yang menahan tangis karena tak mampu membawa pulang jenazah.

Warga Lubuk Sandi, Seluma bernama Ezi merasakannya. 8 April 2025 anaknya sakit di RS Gading Medika belum punya BPJS, lapor ke URC Bantu Rakyat, dalam hitungan jam BPJS aktif. Negara hadir dalam hitungan jam, bukan hari.

3. Dulu HD OTo, Kini HM Samawa.

Dulu, mungkin hanya di Bengkulu, mobil dinas Walikota dan Rumah Dinas dipakai rakyat untuk nikahan Sabtu-Minggu dengan program HD OTo dan HD Samawa.

Kini sebagai Gubernur, ia lanjutkan dengan hati yang lebih besar: HM Samawa.

Minggu, 29 Juni 2025 lalu, Mobil Dinas BD 1 Land Cruiser mengantar pasangan Nugroho dan Rara di Pantai Panjang Kota Bengkulu. Ini bukan yang perdana.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan yang telah memfasilitasi mobil pengantin. HM Samawa Padek Nian,” kata Rara dengan mata berkaca-kaca.

Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian mempersilahkan masyarakat menggunakan mobil dinas Land Cruiser atau Alphard untuk jemput pengantin di Sabtu dan Minggu. Bagian dari program Bantu Rakyat.

“Yang sudah ketemu jodoh, kemudian tidak ada Oto mau jemput pengantin, mau sewa uang terbatas, boleh gunakan Mobil Dinas Gubernur,” kata Helmi. “Karena pengantin itu Ratu dan Raja satu hari.”

Tidak sampai di situ, Helmi juga mempersilahkan masyarakat menggunakan Rumah Dinas Gubernur untuk bulan madu. “Bulan madunya kalau tidak ada duit pergi ke Bali dan sewa Hotel, gunakan Rumah Dinas Gubernur. Kamarnya bagus, mantap, AC-nya dingin.” Tanpa biaya. Tanpa syarat rumit. Inilah definisi dari public ownership.

4. Dulu Apel di Halaman Kantor, Kini Apel Sosial Live TikTok Jam 8 Malam.

Jika biasanya pejabat apel Senin pagi di halaman Kantor Gubernur, sejak Selasa 6 Oktober 2026, Helmi membuat terobosan Apel lewat live streaming TikTok pukul 20.00 WIB. Namanya APEL SOSIAL. Diikuti ribuan pejabat dan ribuan warga Bengkulu secara online, berbaur jadi satu.

Di sinilah teori birokrasi yang kaku runtuh. Di apel sosial malam kedua, seorang warga curhat: “Aria pak, BPJS saya nunggak 4 bulan. Tidak sanggup bayar.”

Malam itu juga, Riko dari BPJS yang diminta speak up di live, langsung mengaktifkan kartu BPJS warga tersebut. Tidak besok, malam itu juga. Curhat malam ini, BPJS aktif malam itu juga.

Soal pajak yang dipersulit, ia tegas kepada Kepala Bapenda Hadianto: “Pak mutasi kendaraan jangan dipersulit. Kalau ada yang mempersulit, catat siapa orangnya. Kasih tahu ke saya.” Ditambah terobosan SE Bapenda No B.900.1.13.1/429/BAPENDA.III/2026: bayar pajak tahunan tidak wajib KTP pemilik lama.

5. Dulu Hanya Mimpi ke Luar Negeri, Kini 2 Orang Per Desa Bisa Kuliah & Kerja di Jepang.

Dalam Apel Sosial malam kedua, Rabu malam 7 Oktober 2026, ia mengumumkan kabar yang membuat ribuan pemuda haru: 2 Orang Per Desa Bisa Kuliah & Kerja di Jepang.

Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa ke Jepang kerjasama Kementerian Desa dengan pemerintah Jepang.

“Berkaitan dengan program magang ke Jepang yang ditanyakan pada apel malam sebelumnya, kami sampaikan pak Gubernur bahwa kita telah melakukan rapat internal yang langsung dipimpin Pak Sekda,” kata Kadis PMD saat diminta speak up.

Gubernur Helmi menegaskan: “Kepada seluruh putra putri Bengkulu, Kerjasama antara Kementerian Desa dengan pemerintah Jepang. Jangan sampai tidak ikut. Saya minta seluruh bupati, camat agar gercep. Mana yang ingin kuliah di Jepang, bekerja di Jepang, boleh dicari per desa minimal 2 orang.”

Bayangkan, dari 1.298 desa, minimal 2.596 pemuda akan punya kesempatan dari desa terpencil menuju Jepang. Ini adalah mobilitas sosial yang melompat generasi.

6. Dulu Gerakan Peduli Yatim di Kota, Kini 3.453 Anak Asuh di Seluruh Provinsi.

Dulu, seluruh anak yatim di Kota diangkat anak oleh pejabat. Ada julukan Walikota 1001 Janda karena menyantuni janda, lansia dan disabilitas. Julukan yang sempat jadi cibiran, tapi ia tidak marah.

Kini, dalam Apel Sosial itu, ia umumkan program yang lebih menggetarkan: Setiap pejabat Pemprov wajib mengangkat anak yatim piatu sebagai anak asuh.

Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Bengkulu mencatat Rabu 7 Oktober 2026, sebanyak 3.453 anak telah terdata dalam program Sahabat – Sedekah Anak Asuh Bengkulu Amanah dan Tangguh (ANAK ASUH BENGKULU).

Sebarannya : Kota Bengkulu 1.049 anak, Bengkulu Utara 522 anak, Bengkulu Selatan 403 anak, Rejang Lebong 359 anak, Bengkulu Tengah 272 anak, Kaur 237 anak, Seluma 170 anak, Lebong 166 anak, Kepahiang 163 anak, dan Mukomuko 112 anak.

Setiap anak asuh telah memiliki pejabat pengampu dari eselon II, III, IV hingga staf. Mereka rutin menyerahkan santunan secara langsung dan berkelanjutan. Ini bukan bantuan, ini adalah ikatan kasih sayang antara negara dan anaknya.

*Hati yang Sama, Skala Lebih Luas*

Program SADESAHE Satu Desa Satu Hektare Jagung diikuti 1.298 desa. Kopi Bengkulu peringkat 5 nasional 55 ribu ton/tahun dapat dana global Rp23,55 Miliar untuk perhutanan sosial. Ia jadi Gubernur pertama yang ikut Pohon Asuh di Lemo Nakai dan Air Tenam, donasi Rp200 ribu/tahun menjaga pohon 60-150 cm yang butuh puluhan tahun tumbuh tapi bisa tumbang dalam 5 menit.

Survei Prisma Research & Strategy 22 Juni – 2 Juli 2026 mencatat kepuasan kinerjanya 81,2%, keamanan lingkungan 85,8%, dan meraih detikSumatera Awards 2026 kategori Inovasi Penggerak Konektivitas Antarwilayah.

Tapi di tengah semua angka itu, ia tetap berkata dengan suara bergetar, suara yang sama seperti dulu:

“Helmi Hasan itu tidak bisa apa-apa, apa yang terjadi di Kota Bengkulu bukan karena Helmi Hasan Walikota, yang terjadi di Provinsi bukan karena Helmi Hasan Gubernur, tapi karena pertolongan Allah.”

Helmi Hasan lahir di Lampung Selatan 29 November 1979, suami dari Khairunnisa putri asli Seluma. Sejak kuliah di Universitas Bengkulu, ia memilih menetap dan menjadi orang Bengkulu.

Jika ambisi jabatan, sebagai adik Menko Pangan Zulkifli Hasan, ia bisa saja jadi menteri atau duta besar. Tapi ia memilih jalan yang lebih sunyi: mewakafkan diri untuk Bengkulu.

Seperti katanya pelan, “Kami tidak ingin hanya sekadar memimpin, tetapi benar-benar bekerja untuk rakyat.”

Dan kini rakyat Bengkulu mengerti. Apa yang dulu hanya untuk Kota, kini pelan-pelan untuk semua. Apa yang dulu hanya 1001 janda, kini 3.453 anak asuh yang dipeluk negara. Apa yang dulu curhat harus menunggu berhari-hari, kini curhat malam ini, BPJS aktif malam ini juga. Apa yang dulu hanya mobil dinas pejabat, kini jadi mobil pengantin rakyat. Apa yang dulu hanya mimpi ke luar negeri, kini 2 orang per desa bisa kuliah dan kerja di Jepang.

Karena tubuh boleh kecil seperti Hatta, tapi hati yang mau bekerja dengan tulus, ternyata bisa seluas SAMUDRA!. (**)

Sebelumnya

Tanggapi Nyinyiran Hibah Mess Pemda, Kusmito Gunawan Singgung Mental Gium dan Mentalitas Kepiting

Selanjutnya

Mengaku Aspri Gubernur, Repal Pahlevi Diduga Tipu Teman Kuliah Pakai Tanah Kuburan & Proyek Fiktif

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bravo News Online
advertisement
advertisement

You cannot copy content of this page