Mengaku Aspri Gubernur, Repal Pahlevi Diduga Tipu Teman Kuliah Pakai Tanah Kuburan & Proyek Fiktif
BENGKULU – Publik Bengkulu kembali dihebohkan dengan dugaan aksi penipuan mencatut nama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Adalah Repal Pahlevi, yang mengaku sebagai Asisten Pribadi (Aspri) dan orang kepercayaan Gubernur, diduga […]
BENGKULU – Publik Bengkulu kembali dihebohkan dengan dugaan aksi penipuan mencatut nama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Adalah Repal Pahlevi, yang mengaku sebagai Asisten Pribadi (Aspri) dan orang kepercayaan Gubernur, diduga menipu teman kuliahnya sendiri di UNIHAZ Bengkulu hingga ratusan juta rupiah dengan modus proyek fiktif dan jaminan sertifikat tanah kuburan.
Korban terbaru adalah Dori. Ia bukan korban pertama. Sebelumnya, kasus serupa juga menyeret nama korban Rio Ari Wibowo. Namun pengakuan Dori kali ini lebih memilukan, karena bukan hanya rugi materi, rumah tangganya hancur berantakan.
*Awal Modus: Catut Nama Keluarga Gubernur Rp200 Juta*
Dori mengungkapkan, aksi Repal bermula awal tahun 2025 menjelang pelantikan Gubernur Bengkulu. Repal mendekatinya dengan mengaku sebagai Aspri Gubernur.
“Dia bilang butuh uang Rp200 juta untuk persiapan keluarga besar Ibu Gubernur, beli jas, tiket, hotel. Saya tolak karena belum percaya,” ungkap Dori.
Modus itu berlanjut saat Retreat Kepala Daerah di Magelang. Repal kembali meminta dana persiapan. Lagi-lagi Dori menolak.
*Mobil Rush Milik Istri Dijual, Dijanjikan Balik Rp1 Miliar dan Mobil Baru*
Penolakan tak membuat Repal berhenti. Ia merayu Dori untuk menjual mobil Toyota Rush milik istrinya dengan iming-iming kerja sama game online.
Pada Maret 2025, mobil tersebut terjual. Uang hasil penjualan sebesar *Rp100.000.000* langsung diambil Repal. Ia berjanji dalam waktu 1 minggu hingga 1 bulan, rekan bisnisnya akan mengucurkan dana segar Rp1 Miliar dan akan membelikan Dori 1 unit mobil baru.
Agar korban percaya, Repal kerap pamer video sedang berada di Hotel Mercure Bengkulu dan mengaku mendapat fasilitas menginap dari Gubernur. Ia juga selalu datang dengan mobil mewah yang diklaim sebagai mobil dinas dari Gubernur.
Sampai bulan berganti, janji mobil baru itu tak pernah terealisasi.
*Jurus Kedua: Proyek Fiktif SMAN 1 Lebong dan Jaminan Tanah Rp230 Juta*
Akhir Oktober 2025, Repal kembali membuat alasan baru. Ia mengaku baru mendapat proyek pengerjaan di SMAN 1 Lebong langsung dari Gubernur. Jika proyek selesai, ia akan langsung belikan mobil untuk Dori.
Repal meminta tambahan modal untuk beli material. Dori yang sudah terlanjur percaya kemudian mempertemukan Repal dengan kakak sepupunya di kawasan Kandang Limun, Kota Bengkulu pada November 2025.
Di pertemuan itu, Repal menjaminkan sebidang tanah peninggalan almarhum ayahnya atas nama ibunya, lengkap dengan surat pernyataan dan dokumen proyek SMAN 1 Lebong sebagai jaminan.
Tergiur dokumen dan gaya meyakinkan Repal yang datang dengan mobil mewah, kakak sepupu Dori akhirnya menyerahkan pinjaman sebesar Rp230.000.000.
*Terbongkar: Dinas PU Tak Kenal Proyeknya, Tanah Ternyata Sudah Jadi Kuburan, Mobil Cuma Rental*
Kecurigaan muncul saat uang tak kunjung kembali hingga lewat jatuh tempo. Dori dan kakak sepupunya melakukan penelusuran:
1. Pengecekan ke Dinas PUPR Provinsi Bengkulu: Hasilnya nihil. Pihak Dinas PU menegaskan proyek SMAN 1 Lebong tersebut tidak ada kaitannya dengan Repal Pahlevi.
2. Pengecekan Sertifikat ke Ketua RT: Pada Januari 2026, Dori bersama kakak sepupunya mendatangi Ketua RT setempat. Fakta mengejutkan terungkap, tanah yang dijaminkan Repal sudah lama dijual kepada warga. Bahkan sebagian tanah tersebut sudah dibeli masyarakat Perumahan Dam (Perumdam) untuk dijadikan *tanah pemakaman umum (kuburan).
3. Mobil Mewah Ternyata Mobil Rental: Mobil mewah yang selama ini dipamerkan Repal dan diakui sebagai fasilitas Gubernur ternyata hanyalah mobil sewaan. Hal itu terungkap saat kakak sepupu Dori mengecek ke pihak apotek tempat Repal meminjam mobil tersebut.
*Rumah Keluarga Diserahkan, Tapi Rp100 Juta Milik Dori Tak Kunjung Kembali*
Setelah kebohongan terbongkar dan didesak oleh Ketua RT dan RW setempat, pihak keluarga Repal akhirnya menyerahkan sebuah rumah untuk mengganti kerugian kakak sepupu Dori senilai Rp230 juta.
Namun nahas bagi Dori. Uang hasil penjualan mobil istrinya senilai *Rp100 juta hingga hari ini belum dikembalikan*, baik dalam bentuk uang maupun mobil baru yang dijanjikan.
Dampaknya fatal. Rumah tangga Dori hancur.
“Sekarang saya harus berpisah dengan anak dan istri saya gara-gara ulah Repal Pahlevi,” ujar Dori dengan suara bergetar menahan kecewa. (Jeger)











